Selasa, 28 Februari 2017

STRAIGHT NEWS



Minat Warga Curup Terhadap Kerajinan Kayu


     Bengkulu, Curup, rejang lebong 2016. minat yang dimiliki orang curup rejang lebong masih banyak terhadap furniture kerajinan yang terbuat dari kayu seperti lemari, meskipun banyak saingan yang datang dari furniture praktis yang terbuat dari plastik misalnya lemari , Reza saputra seorang anak dari pemilik mebel baroqah memproduksi barang kerajinan nya di talang rimbo curup rejang lebong pada hari minggu 26 februari. Saat mempelitur ia sedang menyelesaikan sebuah proses pembuatan sebuah lemari.
     Dalam proses pembuatan lemari ia menyebutkan lama nya waktu yang di butuhkan adalah dua bulan, hal ini disebabkan pencarian kayu yang langka untuk hasil yang bagus juga karena proses yang di butuhkan sangat banyak untuk mencapai hasil dengan kerajinan yang bagus. “pembuatan nya dibutuhkan waktu dua bulan namun waktunya sesuai juga dengan kerumitan bentuk ukiran dari kerajinan perabotan kayunya” tuturnya.
    Meskipun zaman yang telah semakin maju kemungkinan bisa mengalahkan kepopularitasan lemari yang terbuat dari kayu karena lemari di era modern sudah banyak yang praktis dan bermunculan pabrik-pabrik terkenal, tapi minat warga rejang lebong untuk menggunakan lemari kayu dengan hasil kerajinan tangan, dimanapun pabriknya warga curup masih memilihnya karena bahannya yang tahan lama dan kuat.

FEATURE



Minat Kerajinan Kayu Untuk Perabotan Rumah


    Furniture dari Kerajinan kayu masih diminati banyak orang , meskipun di era perkembangan zaman orang-orang sudah banyak memilih untuk menggunakan perabotan lemari, meja ,rak dan lainnya yang terbuat dari plastik karena bobotnya yang ringan dan mudah untuk di bawa-bawa. Tapi di pabrik rumahan mebel Baroqah curup rejang lebong ini, peminat masih banyak memesan dan meminati lemari, meja dan lainnya karena kayunya yang tahan lama.
   “pembuatan nya dibutuhkan waktu dua bulan namun waktunya sesuai juga dengan kerumitan bentuk ukiran dari kerajinan perabotan kayunya, serta kayu nya yang langka saat mencari hal ini juga memengaruhi lamanya pembuatan” Reza Saputra seorang anak dari pemilik yang sekaligus bekerja disana menjelaskan saat  mempelitur kayu hasil buatan tangannya yang akan di pasarkan.
    Meskipun banyak bermunculan saingan yang datang dari pabrik besar yang telah memiliki brand dengan bentuk-bentuk lemari yang lebih praktis, mebel ini masih menggunakan bentuk dari lemari-lemari dengan bobot yang besar dan berat, namun karena bentuk yang indah ketika diperoleh dari keterampilan tangan dan ketahanan dari kayu yang di dapati dari hutan, kerajinan kayu di mebel ini masih banyak diminati.
    Seperti yang dikatakan sang pembuat “ cari kayu nya di hutan, tentu saja yang mencari nya orang di panglong kayu dengan kayu duren” tutur Reza, usaha ini cukup untuk membiayai sekolah adik-adiknya, karena masih banyak nya peminat.